ELIB || PERPUSTKAAN HIPERKES

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PERBEDAAN TINGKAT KELELAHAN KERJA BERDASARKAN SHIFT KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PENCETAKAN DI PT. WIKA BETON.Tbk KIMA 2 MAKASSAR
Penanda Bagikan

Text

PERBEDAAN TINGKAT KELELAHAN KERJA BERDASARKAN SHIFT KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PENCETAKAN DI PT. WIKA BETON.Tbk KIMA 2 MAKASSAR

YUDIANTO LEPO' - Nama Orang;

YUDIANTO LEPO'. Perbedaan Tingkat Kelelahan Kerja Berdasarkan Shift Kerja Pada Pekerja Bagian Pencetakan di PT Wika Beton, Tbk Kima 2 Makassar. (Dibimbing Oleh Bapak Muhamad Azrul Syamsul dan Bapak M. Anas).
Kelelahan adalah perasaan subjektif yang di alami oleh seseorang, dimana kelelahan tersebut dapat diatasi dengan periode istirahat, dan dapat disebabkan secara fisik atau mental. Kelelahan kerja merupakan fenomena yang sering dialami oleh tenaga kerja, namun hal ini tidak bisa diabaikan karena berkaitan dengan perlindungan kesehatan tenaga kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat kelelahan sesuai dengan shift kerja di PT.WIKA BETON.Tbk. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan komperatif. Populasi pada penelitian ini adalah para pekerja pada pekerja Pencetakan Tiang Listrik di PT WIKA BETON.Tbk sebanyak 120 orang. Teknik pengumpulan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 60 responden yang sesuai dengan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 60 responden shift pagi dan shift malam pada bagian pembuatan tiang listrik, shift pagi sebanyak 22 orang yang merasakan kadang-kadang (73,33%) dan shift malam yang merasakan kadang-kadang sebanyak 28 orang (93,33%). Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa yang lebih banyak mengalami kelelahan kerja pada pekerja yang bekerja pada shift malam dengan total 93,33%. Secara umum dapat disimpulkan bahwa ada kelelahan kerja dimana pekerja shift malam lebih besar mengalami kelelahan kerja dibanding pekerja di shift pagi. Sebaiknya perusahaan lebih mengoptimalkan kembali mengenai jam istrahat pada pekerja yang bekerja pada shift malam.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
: .,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
KARYA TULIS ILMIAH
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • PERBEDAAN TINGKAT KELELAHAN KERJA BERDASARKAN SHIFT KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PENCETAKAN DI PT. WIKA BETON.Tbk KIMA 2 MAKASSAR
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

ELIB || PERPUSTKAAN HIPERKES
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Hiperkes berfokus pada identifikasi bahaya di tempat kerja—seperti paparan bahan kimia berbahaya, kebisingan, getaran mesin, radiasi, hingga risiko ergonomi—lalu merancang langkah-langkah pengendalian untuk meminimalkan dampak negatif pada pekerja. Melalui pendekatan ilmiah dan teknis, Hiperkes membantu perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

© 2026 — ELIB || PERPUSTKAAN HIPERKES

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?