ELIB || PERPUSTKAAN HIPERKES

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PENGARUH PENGGUNAAN APD DALAM PENANGANGAN GEJALA KERACUNAN PESTISIDA PADA PETANI BAWANG DI DESA TENGA KABUPATEN BIMA NUSA TENGGARA BARAT
Penanda Bagikan

Text

PENGARUH PENGGUNAAN APD DALAM PENANGANGAN GEJALA KERACUNAN PESTISIDA PADA PETANI BAWANG DI DESA TENGA KABUPATEN BIMA NUSA TENGGARA BARAT

M. IRFANSYAH - Nama Orang;

M. IRFANSYAH. Pengaruh Penggunaan APD Dalam Penanganan Gejala Keracunan Pestisida Pada Petani Bawang di desa Tenga Kabupaten Nusa Tenggara Barat. Pembimbing (M. Asri Paremma dan M. Anas)
Kegiatan pertanian seperti menyemprot pestisida, mencampur pestisida menggunakan alat pelindung diri lengkap dan menerapkan penggunaan pestisida harus dilakukan dengan benar. Petani dijumpai bahwa pada proses penyemprotan pestisida petani di Desa Tenga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat tidak menggunakan alat pelindung diri. Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan APD dengan gejala keracunan pestisida pada petani bawang di Desa Tenga, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan jumlah sampel sebanyak 65 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara penggunaan APD (0,000) dan pencampuran (0,026) terhadap gejala keracunan pestisida. Sedangkan tidak ada pengaruh antara penyemprotan (0,077) dan penyimpanan (0,621) terhadap gejala keracunan pestisida pada petani bawang di Desa Tenga, Kabupaten Bima, NTB. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan APD terhadap gejala keracunan pestisida pada petani bawang. Diharapkan para petani lebih memperhatikan APD yang akan digunakan saat menggunakan pestisida.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
: .,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • PENGARUH PENGGUNAAN APD DALAM PENANGANGAN GEJALA KERACUNAN PESTISIDA PADA PETANI BAWANG DI DESA TENGA KABUPATEN BIMA NUSA TENGGARA BARAT
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

ELIB || PERPUSTKAAN HIPERKES
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Hiperkes berfokus pada identifikasi bahaya di tempat kerja—seperti paparan bahan kimia berbahaya, kebisingan, getaran mesin, radiasi, hingga risiko ergonomi—lalu merancang langkah-langkah pengendalian untuk meminimalkan dampak negatif pada pekerja. Melalui pendekatan ilmiah dan teknis, Hiperkes membantu perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

© 2026 — ELIB || PERPUSTKAAN HIPERKES

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?