Text
PENGARUH PENGGUNAAN APD DALAM PENANGANGAN GEJALA KERACUNAN PESTISIDA PADA PETANI BAWANG DI DESA TENGA KABUPATEN BIMA NUSA TENGGARA BARAT
M. IRFANSYAH. Pengaruh Penggunaan APD Dalam Penanganan Gejala Keracunan Pestisida Pada Petani Bawang di desa Tenga Kabupaten Nusa Tenggara Barat. Pembimbing (M. Asri Paremma dan M. Anas)
Kegiatan pertanian seperti menyemprot pestisida, mencampur pestisida menggunakan alat pelindung diri lengkap dan menerapkan penggunaan pestisida harus dilakukan dengan benar. Petani dijumpai bahwa pada proses penyemprotan pestisida petani di Desa Tenga, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat tidak menggunakan alat pelindung diri. Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan APD dengan gejala keracunan pestisida pada petani bawang di Desa Tenga, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan jumlah sampel sebanyak 65 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara penggunaan APD (0,000) dan pencampuran (0,026) terhadap gejala keracunan pestisida. Sedangkan tidak ada pengaruh antara penyemprotan (0,077) dan penyimpanan (0,621) terhadap gejala keracunan pestisida pada petani bawang di Desa Tenga, Kabupaten Bima, NTB. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan APD terhadap gejala keracunan pestisida pada petani bawang. Diharapkan para petani lebih memperhatikan APD yang akan digunakan saat menggunakan pestisida.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain