ELIB || PERPUSTKAAN HIPERKES

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PENGARUH OVERTIME TERHADAP TINGKAT KELELAHAN KERJA PADA TENAGA KERJA DI PT. PUMA JAYA UTAMA SOROWAKO 
LUWU TIMUR
Penanda Bagikan

Skripsi

PENGARUH OVERTIME TERHADAP TINGKAT KELELAHAN KERJA PADA TENAGA KERJA DI PT. PUMA JAYA UTAMA SOROWAKO LUWU TIMUR

MEIAZYER RAMBA - Nama Orang;

Salah satu permasalahan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang dapat menjadi pemicu terjadinya kecelakaan kerja adalah kelelahan. Kelelahan kerja adalah salah satu permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya kecelakaan pada saat bekerja. Salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam kejadian kelelahan kerja yaitu overtime. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh overtime terhadap tingkat kelelahan kerja di PT. Puma Jaya Utama Sorowako. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling sebanyak 60 karyawan, dengan menggunakan kuisioner KAUPK2 sebagai alat ukur. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik terkait pengaruh lama kerja terhadap kelelahan kerja didapatkan p-value 0,000 0,05. Oleh sebab itu, hal ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh antara lama kerja (overtime) dengan tingkat kelelahan tenaga kerja di PT. Puma Jaya Utama Sorowako. Dapat disimpulkan penyebab terjadinya kelelahan kerja di PT Puma Jaya Utama Sorowsko adalah overtime. Alasan pihak perusahaan memberikan overtime yaitu untuk mengejar target. Selain itu pekerja juga melakukan overtime untuk kepuasan diri serta untuk mendapatkan upah tambahan. Saran yang dapat diberikan bagi tenaga kerja dengan overtime sebaiknya mengenali kemampuan diri, melakukan aktivitas fisik untuk mengatasi ketegangan, memperbaiki pola makan serta mengatur pola tidur yang
baik.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
: .,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • PENGARUH OVERTIME TERHADAP TINGKAT KELELAHAN KERJA PADA TENAGA KERJA DI PT. PUMA JAYA UTAMA SOROWAKO LUWU TIMUR
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

ELIB || PERPUSTKAAN HIPERKES
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Hiperkes berfokus pada identifikasi bahaya di tempat kerja—seperti paparan bahan kimia berbahaya, kebisingan, getaran mesin, radiasi, hingga risiko ergonomi—lalu merancang langkah-langkah pengendalian untuk meminimalkan dampak negatif pada pekerja. Melalui pendekatan ilmiah dan teknis, Hiperkes membantu perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

© 2026 — ELIB || PERPUSTKAAN HIPERKES

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?