Text
HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN KELELAHAN TERHADAP PEKERJA DI PT. SATRIA JAYA TOSA (SJS) SULAWESI TENGGARA
FERA DWISANTIKA. Hubungan Stres Kerja Dengan Kelelahan Kerja Terhadap Pekerja Di PT. Satria Jaya Sentosa (SIS) Sulawesi Tenggara
(Dibimbing oleh Muhammad Azrul Syamsul dan Muliono Caco).
Di berbagai perusahaan banyak tenaga kerja yang mengalami stres kerja begitupun dengan kelelahan kerja. Salah satu perusahaan yang ada di indonesia tepatnya di sulawesi tenggara yaitu PT. Satria Jaya Sentosa (SJS) Sulawesi Tenggara merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang pertambangan dalam pembuatan aspal. Dimana perusahaan ini memiliki 4 prosedur kerja salah satunya pada bagian pengaspalan dengan jumlah tenaga yang cukup banyak dan prosedur pekerjaan juga cukup banyak di mana kegiatan tersebut dapat menimbulkan stres kerja dan kelelahan kerja pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stress kerja dengan kelelahan kerja terhadap pekerja di PT. Satria Jaya Sentosa (SJS) Sulawesi Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional karena penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan sebab akibat dalam dua kelompok yang berbeda. Studi data diambil dalam dimensi ruang dan waktu yang sama. Sampel yang diambil sebanyak 30 orang yang merupakan jumlah dari populasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan pembagian kuisioner. Data dianalisi dengan analisis univariat dan analisis bivariate. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan Role Ambigu dengan kelelahan kerja dengan nilai p 0,600. Ada hubungan antara Role Conflict dengan kelelahan kerja dengan nilai p 0,000. Tidak ada hubungan antara Role Overload Quantity dengan kelelahan kerja dengan nilai p = 0,076. Tidak ada hubungan antara Role Overload Quality dengan kelelahan kerja dengan nilai p = 0,083. Tidak ada hubungan antara Carrier Development dengan kelelahan kerja dengan nilai p 0,292. Tidak ada hubungan antara Responsibility for People dengan kelelahan kerja dengan nilai p 0,752. Diharapkan pihak perusahaan menyediakan selingan waktu disela-sela jam kerja, memberikan kesempatan pada pekerja untuk menyampaikan pendapat dan saran terkait pekerjaan, memberlakukan aturan-aturan jam kerja seperti waktu istirahat, shift kerja dan waktu istirahat, mengoptimalkan pengorganisasian beserta tugas dan tanggung jawab yang bisa dijalankan pekerja, pekerja mengonsumsi air minum minimal 1 gelas/15-20 menit.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain